Philosophy


" Change the way you design your world.. "

The Pearl of Heart

~ Lives with a heart full of trust to Allah,
not by living for wealth,
not by living for beauty,
and not by living for complements~

Wednesday, April 27, 2011

Seorang ayah, ibu dan anak kecil

" Seorang lelaki pertengahan 20-an melintasi pandangan. Berbaju hitam, sedang berjalan memandang terus ke depan. Jarak 3 meter di belakangnya, ada seorang wanita juga dalam lingkungan 20-an sedang berjalan mengikuti jejaknya sambil dipelukan wanita itu ada bayi comel memakai topi merah. Menuju ke jalan besar yang penuh kereta itu, perjalanan mereka masih diteruskan sehingga melintasi jalan itu. Lelaki tadi masih tidak menoleh ke belakang mencari kelibat wanita yang memegang bayi tadi. Ketahuilah mereka adalah suami, isteri dan anak kecil."


" Sedang si isteri melintas jalan, dang! Sebuah kereta Waja merempuh jasadnya. 'Allahuakhbar! ' Jerit lelaki berbaju hitam tadi apabila melihat isterinya yang jauh tertinggal di belakang telah terbaring layu. Anak kecil dipelukan isteri itu masih ada, tangisan kuatnya menarik perhatian orang ramai. "


Maafkan saya, rangkap kedua itu adalah bayangan minda tatkala melihat situasi pasangan tadi. Benar, apabila kita melihat sesuatu, hendaklah huznuzon (bersangka baik). Tetapi boleh juga bersuuzon (bersangka kurang baik) dengan syarat kita mendapat pengajaran darinya.

Saya bersuuzon dengan pasangan ini dengan doa saya terlindung daripadanya, dan ia menimbulkan tidak puas hati. Pada pendapat saya, adalah lebih baik jika suaminya memantau perjalanan isteri dan anak kecilnya ketika berjalan. Lebih-lebih lagi apabila melintasi jalan yang sibuk. Bermacam bahaya yang mungkin menanti. Jadi, lelaki yang dikagumi wanita adalah lelaki yang mengalir 'rasa melindungi' dan ' rasa perlu menjaga' dalam hatinya tidak kiralah dalam apa jua keadaan. Bila terlihat isterinya yang sedang mendukung anak kecil itu, hatinya merasa belas, lalu dia setia berdiri di sisi dan berjalan seiring.

Jadi, bila melihat situasi ini. "Na'udzubillah". Itulah yang terucap dari kata-kata saya waktu itu. Moga dijauhkan diri saya dan ahli keluarga saya ini dari golongan lelaki yang kurang prihatin terhadap ahli keluarganya.


Bukanlah niat saya untuk memperbesarkan perkara yang kecil, tetapi bukankah kasih sayang yang melimpah-limpah untuk seorang isteri itu dipandang mulia olehNya? Mengapa tidak bersungguh-sungguh mencari redhaNya lebih daripada memikirkan emosi sendiri?

InshaAllah, kamu wahai anak Adam, mampu berubah.

No comments:

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails